Friday, December 4, 2015

Objek Wisata Terkenal di Lampung

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat penting karena menjadi primadona bagi pemasukan pendapatan daerah. Provinsi Lampung sangat kaya potensi wisatanya, terutama wisata alam.
Dalam buku Lampung Sai Bumi Ruwai Jurai, disebutkan beberapa objek wisata alam yang dapat dikunjungi wisatawan antara lain,
– Bandar Lampung: Bumi Kedaton, Pantai Mutun, Pantai Clara.
– Lampung Barat: Wisata Alam Belimbing, Danau Ranau, Gunung Pesagi (2.262 m), Gunung Tebak (2.115 m).

–  Tanggamus: Gunung Tanggamus (2.156 m), Wisata Alam Tampang, Teluk Kiluan.
– Lampung Selatan: Pantai Pasir Putih, Gunung Anak Krakatau, Gunung Rajabasa (1.261 m).
Wisata alam menarik lainnya, Gunung Betung (Pesawaran), Air Terjun Curup Gangsa (Kasui), Taman Nasional Way Kambas (Lampung Timur), Pantai Krui (Pesisir Barat),  dll.
Objek wisata sejarah dan purbakala yang tak kalah menarik, antara lain, Museum Lampung (Bandar Lampung), Taman Purbakala Pugung Raharjo (Lampung Timur), Menara Siger (Lampung Selatan).


Thursday, December 3, 2015

Cara Memilih Souvenir Cantik

Kami memahami anda mungkin mengalami kesulitan ketika memilih souvenir pernikahan untuk acara special anda, kami akan membantu dengan memberikan beberapa tips yang dapat dijadikan panduan  untuk mempermudah pencarian souvenir anda.

Memberikan souvenir bagi para tamu undangan memang perlu dan sebaiknya souvenirnya adalah produk yang berkualitas dan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya, bukan barang yang asal harga murah namun ternyata selesai resepsi malah dibuang oleh tamu undangan, atau berakhir di tong sampah beberapa waktu kemudian. contohnya notes yang  hanya bisa dipakai untuk menulis dan bisa habis, dan bahan-bahan flanel yang bentuknya kurang menarik namun harganya murah dan juga mudah rusak/ kusam. karena souvenir merupakan tanda terima kasih anda kepada para tamu undangan yang telah mau datang ke hajatan anda dan memeriahkan pesta pernikahan anda. untuk itu sangat penting memilih souvenir yang berkualitas agar layak diberikan sebagai tanda terima kasih bagi para tamu undangan yang kita hormati. (Baca juga: aneka souvenir kain tenun tapis Lampung)

1. Mulailah dari Budget
Hal paling mudah dalam membantu anda dalam pencarian souvenir adalah tentukan budget di awal, contohnya, Mr Adam dan Ms Betty merencanakan pesta pernikahan 300 pax dengan total budget 100.000.000 dan budgeting untuk souvenir pernikahan telah dipatok 3 sd 5 %. maka diketahui budget untuk wedding souvenir adalah 3.000.000 s/d 5.000.000. maka apabila di bagi per 300, maka budget souvenirnya adalah 10.000 sd 15.000.

Hal ini dapat anda sampaikan kepada kami untuk memudahkan merekomendasikan souvenir pada range tersebut. pertanyaannya, bagaimana kalau semisal model yang diinginkan ternyata diatas range tersebut ? anda dapat mengalokasikan budgeting dari pos pengeluaran lain, semisal undangan yang tadinya dipatok 5% mungkin dapat dikurangi menjadi 3 % sehingga, untuk souvenir bisa mendapat alokasi tambahan 2% atau sebesar Rp. 2.000.000.  sehingga alokasi untuk souvenir naik menjadi 5 sd 7 % ( 5jt sd 7 jt ) atau 16.666 sd 23.333 tentunya alokasi budget ini cukup signifikan.
Dasar pertimbangan untuk mengambil alokasi budget dari kartu undangan karena kartu undangan hanya terpakai sekali dan sehabis acara juga dibuang, tidak disimpan seperti souvenir.

2. Model yang diminati / disukai
Model yang diminati cukup menjadi hal yang krusial karena berkaitan dengan selera dan tradisi. Anda dapat melihat-lihat dulu produk yang tersedia untuk membantu anda menentukan mana yang diminati sesuai selera anda. Pada beberapa masyarakat tertentu mungkin ada pantangan tidak boleh yang tajam, ataupun tidak boleh warna tertentu. anda dapat mengkonsultasikan kepada biebiegift.com sehingga kami akan berusaha memberikan rekomendasi model atau solusi atas beberapa hal tersebut.

3. Tema wedding anda
Tema wedding perlu diperhatikan juga, saat ini yang lagi tren warna-warna yang soft dan juga sebagian masih ada yang menyukai warna yang lebih strong atau menyala. semisal warna Pink, Merah, Gold, Unggu, Hijau dll. Anda dapat memilih souvenir yang mendekati warna ataupun temanya. Semisal tema wedding pink soft dan bunga-bunga. souvenir coaster dengan motif sakura bisa jadi pilihan. dan masih banyak macam case by case. kembali lagi ke selera para capeng masing-masing.

4. Waktu / Lamanya pemesanan souvenir
Waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan souvenir rata-rata 3 sd 4 bulan, karena di biebiegift.com produk kebanyakan adalah barang impor dan membutuhkan waktu produksi dan pengapalan ke Indonesia. 

5. Demografi / karakteristik tamu undangan
Karakteristik tamu juga menjadi hal yang krusial dalam menentukan souvenir pernikahan, ada beberapa case semisal lebih banyak tamu dari pihak keluarga (dengan umur yang lebih senior) daripada calon mempelai, kadang juga bisa dipertimbangkan untuk souvenir yang diberikan lebih cocok untuk kalangan umur tertentu, ataupun dapat memilih produk souvenir yang lebih general dan bisa dipakai oleh segala umur semisal souvenir frame ataupun souvenir candy box . Ataupun untuk acara pengajian, yang kemungkinan lebih banyak ibu-ibu, sebaiknya souvenir kitchenwares berupa peralatan dapur yang dapat dipakai,

Demikian tips untuk menentukan souvenir, semoga membantu para calon pengantin dalam memilih souvenir yang baik. sehngga tamu-tamu akan merasa senang dan dihargai karena diberikan souvenir yang berkualitas dan jugaberguna sehari-hari.

Sumber:

http://www.biebiegift.com/

Tips Membuat Hantaran

Seserahan dan hantaran pernikahan telah jadi sisi yang penting dalam prosesi pernikahan di negeri ini. Hantaran pernikahan adalah kegiatan seremonial dari mempelai laki laki dan juga sebagai bentuk komitmen ke pihak keluarga, terlebih orangtua calon pengantin wanita.

Untuk kebiasaan prosesi hantaran lamaran adat Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur), umumnya seserahan dan hantaran pernikahan diberikan ketika malam saat sebelum dilakukan akad di acara midodareni untuk kebiasaan Jawa serta ngeyeuk seureuhuntuk kebiasaan Sunda. (Baca juga: souvenir khas Lampung)

Namun ada pula yang melakukan seserahan ketika acara pernikahan.

Bagaimana anda memandang makna dan pentingnya prosesi seserahan ini akan menentukan bagaimana anda mempersiapkan seserahan tersebut. Dalam artikel ini kami mencoba menggambarkan filosofi penyelenggaran acara seserahan, agar anda dapat mempersiapkan dengan baik acara penting ini.

Pertemuan pertama dua keluarga besar ditandai melalui seserahan dan hantaran pernikahan yang anda bawa. Bagaimana anda menyiapkannya akan menentukan bagaimana keluarga besar anda dimata keluarga besar mempelai wanita.

Dalam acara pernikahan, hantaran pernikahan bisa dianggap sebagai bentuk oleh-oleh yang di bawa untuk tuan rumah dari rombongan tamu.

Pihak mempelai wanita yang menerima rombongan sebagai tuan rumah tentu juga mempunyai tanggung jawab untuk menjamu rombongan keluarga besar mempelai pria. Perlu anda perhatikan sebagai tuan rumah adalah, cara anda menerima dan menjamu rombongan juga akan menjadi pertaruhan. Seberapa besar anda menghargai kerja keras rombongan terlihat dari bagaimana anda menjamu. Jadi perlu dipersiapkan juga perjamuan yang layak.

Sekalipun acara ini penting dan anda tidak ingin memberi kesan yang kurang baik dimata keluarga besar pasangan anda, namun dalam mempersiapkannya tidak harus dilakukan dengan cara mewah.
Sederhana namun anda benar benar mempersiapkannya dengan baik juga sudah cukup memberi kesan positif. Hal yang tidak kalah penting dalam proses lamaran nantinya selain barang bawaan adalah mempersiapkan orang orang yang akan terlibat dalam acara. Bagaimana sikap mereka ketika menerima, berbicara bertindak tanduk selama acara juga perlu di persiapkan dan jika perlu di lakukan pengarahan kedua rombongan keluarga besar bertemu.

Sumber:
http://www.rumahnikah.com/


Tips Merawat Tenun Songket

Kain tradisional Indonesia beragam jenisnya, salah satunya adalah songket.

Songket adalah jenis kain tradisional yang berasal dari kebudayaan Melayu dan Minangkabau di Indonesia, Malaysia dan Brunei. Kain songket termasuk kain tenun mewah, karena ditenun dengan benang emas dan perak!

Untuk menja
ga kualitas dari kain songket itu sendiri ada beberapa cara agar warna tidak kusam dan kain tidak cepat rusak : (Baca juga: koleksi songket Lampung murah!)

1. Sehabis dipakai, songket baiknya segera angin-anginkan. Jangan dijemur langsung di bawah sinar matahari. Kilap benang songket akan hilang jika langsung dijemur dibawah sinar matahari.

2. Simpan songket di tempat yang kering. Jangan ditempat lembab, karena akan berjamur

3. Jangan pernah mencuci songket, apalagi memerasnya. Karena akan merusak kain.

4. Kalau mau disimpan, baiknya nyimpan dengan cara digulung. Karena apabila kain dilipat, maka lipatan songketnya berbekas dan akan susah hilang.

5. Nah, jika ingin dipakai lagi, songket bisa juga disetrika. Tetapi saat mensetrika harus dilapisin kain halus lagi biar kilap benang emasnya tidak rusak.

6. Biar tidak lembab disaat disimpan dalam waktu lama, kain songket harus diangin-anginkan tiap tiga bulan sekali.

7. Mencegah agar tidak berjamur, kain songket bisa taruh di lemari pakaian. Tapi jangan lupa diberi pewangi agar tetap harum dan tidak jamuran.

Kain songket tidak hanya bisa di pergunakan sebagai kain, atau bahan baku pakaian, saat ini dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia bermunculan kalangan muda yang berinovasi untuk menciptakan produk berbahan kain tradisonal. 

Sumber:

http://www.pasaltadet.com/

Grosir Dekorasi Dinding Murah

Seiring perkembangan zaman, lilin tak hanya berfungsi sebagai penerang ruangan saat gelap belaka.
Penggunaan lilin semakin beragam terutama sebagai dekorasi untuk mempercantik tempat dan sebagai sarana relaksasi agar lebih memancarkan kecantikan.

Hal ini yang mendasari dua bersaudara pecinta lilin, Chindera Soewandy dan Indah Soewandy membuat lilin aroma mewah, Aanandha dengan motif kain songket Palembang. Menurut keduanya, scented candles atau lilin aroma kini semakin digemari di Indonesia. (Baca juga: grosir tapis kaligrafi)

“Saya pernah baca riset terbaru kalau satu dari lima wanita di Indonesia menggunakan lilin aroma sebagai alat relaksasi dan untuk mempercantik ruangan, ” kata Indah saat ditemui di kawasan SCBDN, Selasa (8/9/2015).

Ia menyebutkan, saat kuliah di Melbourne, Australia, ia melihat kenyataan bahwa penggunaan lilin aroma sudah lebih banyak.

Kini,  Indah berhasil membuat sebuah lilin aroma bernuansa Nusantara. Dia menggunakan motif songket Palembang untuk membuat ukiran pada desain lilin sehingga terlihat lebih eksotis. Motif tersebut juga dipilih untuk menunjukan budaya Palembang.

"Sebenarnya karena keluarga besar saya juga berasal dari Palembang, makanya saat ini pilih motif songket Palembang, tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya bakal membuat motif dari daerah lain," ujar Indah.

Motif songket Palembang tersebut diambil dari motif songket Bunga Pacar Cina yang melambangkan keagungan, kemewahan, kemurnian, dan kebaikan.

Selain itu dengan desain songket pada batang tersebut diharapkan dapat lebih mempercantik lilin sebagai penghias ruangan.

Lilin aroma yang berukuran 7,5 X 7,5 cm itu mempunyai tiga keunikan, yaitu penggunaan 100% wax minyak kelapa sawit alami dan memiliki enam rangkaian aroma.

Keenam aroma tersebut adalah french berry hill (aroma buah blackberry), vanila parc de sceaux(aroma ruangan yang segar), lavender du provence (untuk relaksasi), pink jardin (suasana aroma taman), matcha grove (aroma teh hijau), dan coconut bay ( aroma kelapa, serasa suasana di pantai).

Sumber:
http://lifestyle.bisnis.com/


Dekorasi Rumah Lampung

Rumah dalam arti umum merupakan suatu bangunan yang dijadikan tempat tinggal manusia selama jangka waktu tertentu, yang berfungsi untuk melindungi kita dari panasnya matahari, hujan dan angin. Rumah juga salah satu tempat di mana kita menjalankan segala aktivitas seperti makan, tidur, belajar, berkumpul dengan keluarga dan lain-lain. Sebagus atau seburuk apapun rumah kita, kita akan merasa nyaman apabila berada di rumah kita sendiri bukan? Rumah sudah seperti istana kita sendiri dimana kita bisa melakukan hal-hal yang belum tentu bisa kita lakukan di tempat lain. Sebagian besar manusia juga memandang rumah dalam fungsinya sebagai pemenuhan kebutuhan sosial budayanya dalam masyarakat. (Baca: dekorasi kain tapis Lampung)

Pengertian status sosial sendiri adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Dalam struktur masyarakat, orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan di tempatkan lebih tinggi di bandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. Bangunan rumah orang-orang yang tergolong dalam kelas menengah keatas dan menengah kebawah pasti mempunyai perbedaan. Contohnya rumah para pejabat tinggi dengan rumah karyawan biasa. Dari contoh tersebut bisa kita simpulkan bahwa keadaan ekonomi dapat mempengaruhi status sosial seseorang dalam masyarakat sekitar.

(rumah kelas menengah ke atas)                    (rumah kelas menengah ke bawah)

Perbedaan adat istiadat, suku dan agama juga dapat berpengaruh pada tipe bangunan rumah yang mereka tinggali. Contohnya rumah suku sasak di Nusa Tenggara Barat dan rumah adat Bali. Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya terbuat dari alang-

alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Sedangkan Pada bangunan atau arsitektur tradisional rumah adat Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Perubahan Paradigma Masyarakat Dalam Memandang Fungsi Rumah

Rumah pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar (basic needs) manusia selain sandang dan pangan, juga pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu maka dalam upaya penyediaan perumahan lengkap dengan sarana dan prasarana permukimannya, semestinya tidak sekedar untuk mencapai target secara kuantitatif (baca: banyaknya rumah yang tersedia), semata-mata, melainkan harus dibarengi pula dengan pencapaian sasaran secara kualitatif (baca: mutu dan kualitas rumah sebagai hunian), karena berkaitan langsung dengan harkat dan martabat manusia selaku pemakai. Artinya bahwa pemenuhan kebutuhan akan perumahan dan permukiman yang layak, akan dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan di dalam masyarakat Indonesia perumahan merupakan pencerminan dan pengejawatahan dari diri pribadi manusia, baik secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dan kebersamaan dalam lingkungan alamnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia merupakan insan sosial sekaligus sebagai insan ekonomi. Sebagai ‘insan sosial’, manusia memandang rumah dalam fungsinya sebagai pemenuhan kebutuhan sosial budayanya dalam masyarakat. Sedangkan sebagai ‘insan ekonomi’ fungsi rumah dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan meperkokoh jaminan kehidupan dan penghidupannya dimasa mendatang.

Terdapatnya berbagai permasalahan dibidang perumahan dan pemukiman di Indonesia antara lain disebabkan oleh pengaruh pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang cukup pesat, dimana perkembangannya cenderung lebih cepat dari pada kemampuan penyediaan kebutuhan perumahan beserta sarana dan prasarananya yang cukup memadai. Belum lagi termasuk perbaikan perumahan dan lingkungan kumuh yang banyak tersebar diwilayah perkotaan, terutama di kota-kota besar. Apabila tidak segera ditangani secara terencana dan terpadu, maka masalah tersebut akan terus berlanjut dan meningkat seirama dengan pertumbuhan penduduk, dinamika kependudukan, serta oleh berbagai tuntutan ekonomi, sosial budaya, yang senantiasa berkembang.

Mengingat arti pentingnya penyediaan perumahan dan permukiman yang layak bagi masyarakat, maka masalah tersebut perlu ditangani secara mendasar dan seksama. Hal tersebut menyangkut berbagai aspek kehidupan dan harkat hidup manusia yang secara langsung turut mempengaruhinya.
Salah satu aspek yang cukup berpengaruh pada penyediaan perumahan dan permukiman yang lebih bersifat internal adalah aspek sosial – budaya masyarakat. Dengan adanya kemajuan teknologi dan proses modernisasi, serta peningkatan kesejahteraan, maka sikap dan pandangan seseorang terhadap rumahnya akan berubah pula. Rumah memang tidak sekedar sebagai tempat berteduh dan melindungi diri penghuninya dari kondisi alam dan bahaya dari luar, namun sudah berkembang sebagai sarana yang dapat menunjukan jati diri dan pribadi penghuninya.

Di dalam masyarakat Indonesia, ada ungkapan bahwa ‘rumah’ merupakan kulit ketiga dari manusia, dimana yang menjadi kulit kedua adalah pakaian/busana, sedangkan kulit pertama adalah kulit tubuh manusia itu sendiri. Ungkapan lain menyebutkan bahwa ‘rumahmu adalah wajahmu dan jiwamu’. Bahkan Y.B. Mangunwijaya, yakni salah seorang arsitek, budayawan sekaligus Romo melalui bukunya yang berjudul: ‘Vastu Citra’, menulis bahwa ternyata bangunan punya citra sendiri-sendiri dalam perwatakan mental dan jiwa seperti apa yang dimiliki oleh pembuatnya. Semakin kita berkembang dalam pembangunan, maka semakin mendesak pula kita harus memperhatikan segi citra itu. Demikian juga halnya dalam dunia seni pembangunan rumah, jangan sampai bangsa kita dicap punya keaslian dan keterampilan juga punya duit dan sarana, tetapi jiwanya ‘kosong dan ngawur’. Itu tampak dari penampilannya, dari citranya. Sebab ‘citra’ penting dalam tata pergaulan, baik secara pribadi maupun secara nasional dalam tata pergaulan antar bangsa. Demikian sebagian ungkapan dari Romo Mangunwijaya yang saya kutip.

Dewasa ini motivasi penyediaan rumah oleh sebagian masyarakat ‘papan atas’ (baca: Orang kaya/mampu) dikota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya serta kota besar lainnya, yang membangun kawasan pemukiman elit dan cenderung mengisolasi diri dari lingkungan permukiman masyarakat umum (baca: Rakyat banyak). Sebagai penyebab munculnya fenomena tersebut, telah disimak oleh Mary Gail Snyder melalui bukunya yang berjudul ‘Fortress America’ terhadap pola permukiman berbenteng menyerupai klan-klan pada abad pertengahan di Amerika.

Adapun motivasinya, adalah antara lain ‘Aspek Prestise’, yang menganggap sebagai media ‘Image’ (baca: Citra) untuk menaikan status sosialnya. Yang kedua adalah menyangkut ‘Aspek Komoditi’ dimana nilai ekonomi menjadi dasar pertimbangan sekaligus menjadikannya sebagai barang investasi. Selanjutnya ada juga yang menganggapnya sebagai ‘Aspek keterpaksaan’, yakni untuk meningkatkan rasa aman terhadap kerawanan kriminalitas yang akhir-akhir ini marak terjadi di kota-kota besar termasuk di Indonesia. Sedangkan dipihak lain dibalik tembok kemegahan permukiman elit tersebut, disana masih bertebaran kantong-kantong permukiman kumuh bagaikan bercak-bercak yang bertebaran tidak teratur dan semrawut, yang pada umumnya merupakan ‘milik tidak sah’ (baca: Permukiman Liar) dari kelompok masyarakat ‘papan bawah’ (baca: kelompok masyarakat miskin di kota) yang cenderung tersingkirkan. Bagi mereka, untuk memiliki rumah yang legal dan layak di kota adalah merupakan suatu perjuangan amat berat atau bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan oleh mereka sama sekali.

Untuk menyikapi hal tersebut diatas, maka salah satu cara yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah menyediakan perumahan yang layak bagi mereka berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 1990 tentang Peremajaan Permukiman Kumuh diatas Tanah Negara serta berbagai peraturan perundang-undangan Ikutan lainnya yang bersifat lebih teknis. Itu semua dilakukan oleh pemerintah dalam kerangka proses pemberdayaan masyarakat miskin (baca: berpenghasilan rendah) di perkotaan. Dan dalam konteks tersebut, jadilah rumah dipandang sebagai alat atau media untuk pemberdayaan masyarakat (Housing as Instrument For Human Development).

Dari fenomena tersebut diatas semakin memperjelas bahwa ‘ Citra rumah’ dapat merefleksikan kepribadian dari penghuninya. Dalam hal ini, tuntutan masyarakat akan terus berkembang sesuai dengan tuntutan pribadi seseorang untuk memasyarakatkan dirinya di dalam lingkungannya. Tentu saja masing-masing dapat menentukan citra dan seleranya sendiri-sendiri dengan tuntutan yang berbeda-beda. Hal tersebut karena dilandasi oleh strata-strata kebudayaan (baca: tingkatan status sosial) yang ada di dalam masyarakat sangat bervariasi dan majemuk. Dengan kata lain bahwa faktor citra dan selera akan selalu berubah dengan kemajuan dan perkembangan jaman (trend), yang ditandai dengan kecenderungan perubahan pola perumahan sesuai dengan selera dan gaya hidup masyarakat pada suatu masa tertentu.


Sumber:

https://abaslessy.wordpress.com

Fungsi Rumah Lampung

Kegunaan rumah tinggal ternyata bukan lagi sekedar sebagai hunian saja namun seiring perjalanan waktu bersamaan dengan perkembangan teknologi,budaya dan aktifitas kehidupan maka terjadi penambahan fungsi pada bangunan yang sering dibangun oleh manusia ini. apa saja fungsi rumah tinggal? disini kita akan coba membahas dan menguraikanya secara detail, barangkali dapat menjadi bahan pengetahuan bagi yang belum tahu dan menjadi catatan pengingat bagi yang kebetulan sudah hapal diluar kepala. ada fungsi positif maupun negatif, disini kita akan menuliskan keduanya namun yang negatif atau tidak baik tentu bukan untuk ditiru tapi dihindari, o.k mari kita mulai menggali informasi tentang ini. (Baca: rumah tapis Lampung)

Kegunaan rumah tinggal yang negatif

1.    Sebagai sarana untuk menyombongkan diri, hal ini tentu sangat tidak baik, dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat. misalnya ada orang yang membangun rumah sebagus mungkin namun dengan cara hutang yang cukup memberatkan dalam membayarnya.
2.    Saingan dengan tetangga atau masyarakat setempat.
3.    Maksud hati ingin di hormati masyarakat setempat jadi berusaha membangun rumah sebagus mungkin, namun ternyata penghormatan tidak kunjung didapat karena tidak disertai kepribadian yang baik, he he.
4.    Memfungsikan rumah sebagai tempat untuk melakukan kegiatan yang tidak baik atau melawan hukum.

Kegunaan rumah tinggal yang positif

1.    Sebagai tempat hunian keluarga.
2.    Untuk menjaga keamanan dari gangguang luar seperti bencana alam, serangan binatang buas atau kejahatan manusia.
3.    Sebagai sarana untuk mengekspresikan keindahan angan-angan tentang arsitektur rumah terbaik.
4.    Untuk fungsi sosial dengan maksud dapat memberikan manfaat kepada makhluk lain seperti rumah yatim, rumah jompo, rumah amal dan sejenisnya.
5.    Sebagai tempat usaha bisnis seperti membuat kantor di rumah, membangun rumah toko, dan yang lainya.
6.    Sebagai investasi, misalnya membangun rumah untuk menyiapkan hunian anak di masa depan, atau membangun rumah untuk dijual.
7.    Sarana berlindung dari hujan dan panas terik matahari.

Apa lagi fungsi rumah tinggal yang lainya, tentu saja masih banyak dan semoga lebih banyak yang memfungsikan rumah dari segi positif sehingga dapat terwujud rumah idaman terbaik dengan kegunaan yang baik pula.

Sumber:

http://www.rumahbangun.com/